Mahasiswa Sastra Inggris dan Tantangan di Zaman Viral
Menjadi mahasiswa Sastra Inggris bukan sekadar belajar grammar atau menghafal teori sastra. Dunia mereka penuh dengan dinamika: membaca karya klasik Shakespeare, menganalisis puisi modern, hingga membedah budaya populer dalam film dan musik berbahasa Inggris. Di kelas, diskusi bisa melebar dari gaya bahasa dalam novel ke isu-isu sosial yang sedang viral, menjadikan perkuliahan tidak hanya akademis, tetapi juga sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Di era digital, mahasiswa Sastra Inggris juga semakin kreatif memanfaatkan media sosial. Mereka membuat konten edukatif dengan sentuhan humor, mengulas novel klasik lewat TikTok, atau membagikan tips menulis esai ala mahasiswa internasional di Instagram. Tren-tren viral, seperti meme tentang struggling dengan tugas atau #StudyWithMe videos, sering kali menjadi cermin realitas mereka: serius belajar, tapi tetap penuh hiburan.
Lebih dari itu, mahasiswa Sastra Inggris punya peran penting sebagai jembatan budaya. Dengan kemampuan bahasa dan analisis kritis, mereka tidak hanya membaca dunia, tetapi juga menuliskannya kembali dari perspektif baru. Entah lewat karya sastra, konten digital, atau aksi sosial, mahasiswa Sastra Inggris selalu punya ruang untuk menyuarakan ide kreatif. Jadi, kalau ada yang bilang jurusan ini hanya belajar “bahasa Inggris,” jelas itu salah besar—mahasiswa Sastra Inggris adalah storyteller masa kini.