Frasa Belanja Online dalam Perspektif Linguistik
Oleh: Fariq Shiddiq Tasaufy
Apa arti kolokasi? Apa makna Kolokasi? Istilah “kolokasi” atau collocation pertama kali digunakan pada tahun 1605 dalam bahasa Inggris. Kolokasi adalah kecenderungan dua atau kata lebih yang sering muncul bersama dalam konteks tertentu. Dalam sudut pandang linguistik, J.R. Firth (1957) beprpendapat bahwa kita akan tahu makna kata dari kata lain yang mengikutinya dalam satu konteks. Halliday (1966) berpendapat bahwa kolokasi merupakan asosiasi leksikal (baca: kata) yang sering muncul bersama dalam satu konteks.
Lalu, apa sih kira-kira arti frasa? Frasa adalah unit bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih (kelompok kata) yang tidak memiliki unsur predikat. Setiap frasa terdiri dari head dan modifier. Bahasa Jepang menyebutnya sebagai furēzu (フレーズ). Dalam bahasa Inggris, Latin, dan Jerman disebut phrase. Jenis-jenis frasa dalam linguistik terdiri dari: frasa nominal, frasa verbal, frasa adjektival, frasa adverbial, frasa preposisional, frasa numeral, frasa interjeksi, frasa koordinatif, dan farsa apositif.
“Belanja Online” merupakan frasa kata benda/ nominal. Pada frasa tersebut, kata belanja merupakan head (kata inti) dan kata online merupakan modifier (kata penjelas). Kedua kata tersebut memiliki hubungan semantik kolokasi yang menggambarkan konsep tertentu di era modern, khususnya revolusi industri 4.0. Dalam frasa tersebut ‘belanja’ bermakna suatu aktivitas pertaruhan. Sedangkan kata ‘online’ bermakna kegiatan daring (dalam jaringan) yang menggunakan perangkat internet. Jadi, belanja online termasuk dalam jenis kolokasi denotatif, konotatif, kultural, fungsional, dan khusus. Struktur kolokasi ini selalu menjadi kan kata benda (nomina/ noun) sebagai head dan adjektif (adjective) sebagai modifier. Contoh frasa lain yang memiliki makna kolokasi serupa adalah: pinjaman online, kursus online, rapat online, registrasi online, toko online dll.